Wrapped Token CaraToken Crypto Saling Terhubung

Subscribe dengan Account Google untuk mendapatkan News Letter terbaru dari Halovina !
Wrapped Token CaraToken Crypto Saling Terhubung
Heartbeat Terbaru Sepeda Motor Listrik

Heartbeat Terbaru Sepeda Motor Listrik

Beban maksimal:200KG - Ban vakum tahan ledakan 14inci - Sangat mudah untuk dikendarai di lereng curam 30° - Motor berkecepatan tinggi dengan daya tinggi - Motor listrik 350w - Teknologi kedap suara - Keranjang baja karbon tinggi dengan penutup mencekah barang jatuh - Kecepatan:35KM/H - Jarak tempuh:60KM

Free Klik Disini !

Wrapped token adalah salah satu solusi termurah dalam mengatasi interoperasi blockchain.

Koin native dari berbagai blockchain tersebut dibuat dalam versi token, lalu diluncurkan dalam blockchain Ethereum.

Koin tersebut diberi selubung yang membuatnya dapat beroperasi pada blockchain laiknya token.

Biasanya, protokol yang digunakan pada wrapped token adalah protokol ERC-20 yang identik.

Cara Kerja Wrapped Token


Jika kamu memiliki 1 BTC, aset kripto tersebut hanya dapat beroperasi pada jaringan blockchain bitcoin.

Kecuali kamu membungkusnya dalam protokol ERC-20 untuk dapat dioperasikan pada jaringan Ethereum.

Saat sudah dibungkus di protokol ERC-20, BTC kamu menjadi token bernama WBTC.

Namun, meski sudah berubah wujud, perbandingan nilainya tetap 1:1 dengan aset kripto yang diselubunginya.

Artinya, meskipun Bitcoin milikmu kini telah dapat beroperasi pada jaringan Ethereum, sejatinya dia tetap BTC dengan nilai yang sama.

Aset kripto yang telah “dibungkus” dengan protokol token dipegang oleh kustodian. Artinya, kepemilikanmu atas WBTC setara dengan kepemilikan BTC.

Cara Membuat Wrapped Token


Membuat wrapped token sendiri tidaklah rumit. Ada dua langkah yang harus dilakukan jika kamu ingin membungkus aset kripto kamu menjadi token.

Langkah pertama adalah merchant sebagai inisiator memulai prosesnya dengan mengirim aset yang ingin di wrap kepada kustodian.

Adapun, kustodian di sini adalah entitas yang menyimpan nilai setara dengan aset yang diselubung.

Kemudian, kustodian akan “mentransformasi” aset tersebut agar cocok dengan jaringan Ethereum, yakni membungkusnya dengan protokol token ERC-20.

Hasilnya dikirim kembali kepada merchant dengan perbandingan nilai 1:1.

Saat ingin mengembalikan aset kripto yang telah ditokenisasi, merchant pun dapat kembali mengirimnya ke kustodian.