Lo Bukan Steve Jobs: Berhenti Maksa Bikin Produk yang Nggak Ada yang Butuh!

Subscribe dengan Account Google untuk mendapatkan News Letter terbaru dari Halovina !
Lo Bukan Steve Jobs: Berhenti Maksa Bikin Produk yang Nggak Ada yang Butuh!

Pernah nggak sih lo ngerasa bangga banget punya ide yang "out of the box" sampai lo mikir, "Gue bakal bikin orang butuh hal ini!"?


Dalam perjalan karir gue sebagai senior engineer, gue sering banget nemuin case ini.


Gue sering banget ketemu dengan Product Manager yang kadang terlalu "out of the box", hingga ujungnya produknya gagal sebelum meluncur ke pasar.


Kalau lo seorang calon Product Manager atau lagi ngerintis startup, mindset ini justru bisa jadi jebakan batman yang bikin produk lo flop.


Ada satu kutipan yang harus lo tato di otak: "Lo nggak bisa nyiptain keinginan, tapi lo bisa bikin produk yang menambal keinginan yang udah ada."

1. Kita Bukan Tuhan, Kita Solusi


Gen Z itu generasi yang paling anti sama hal yang fake. Kita tahu kapan sebuah brand beneran ngebantu atau cuma mau "nyiptain masalah" biar barangnya laku.


Keinginan manusia itu sifatnya hardwired alias bawaan dari sononya.


Kita pengen dapet pengakuan (status), pengen ngerasa aman, atau pengen segala hal jadi lebih instan.


Produk yang sukses bukan yang nyiptain "rasa lapar" baru, tapi yang tahu di mana orang lagi laper dan nyediain makanan yang paling enak.

2. Menunggangi Arus vs Membelah Laut


Bayangin lo lagi di pantai.



  • Menciptakan keinginan itu kayak lo nyoba dorong air laut biar jadi ombak. Capek, boros tenaga (marketing), dan kemungkinan besar gagal.




  • Memenuhi keinginan yang ada itu kayak lo bawa papan seluncur dan nunggu ombak yang udah ada. Lo tinggal riding the wave.




Contoh simpel: TikTok nggak nyiptain keinginan orang buat pamer. Orang udah pengen pamer sejak zaman purba. TikTok cuma nyediain "panggung" yang paling pas sama rentang perhatian kita yang makin pendek.

3. Jebakan "The Next Steve Jobs"


Banyak PM muda kejebak pengen jadi visioner kayak Steve Jobs.


Tapi fun fact: iPhone nggak nyiptain keinginan buat internetan.


Kita udah pengen internetan di mana aja sejak dulu, cuma dulu aksesnya ribet dan lemot. Jobs cuma "nge-fix" rasa kesel kita.


Jadi, tugas lo bukan jadi "peramal", tapi jadi "pendengar" yang baik. Cari tahu apa yang bikin temen-temen lo sambat, lalu bikin solusinya.

4. Realita over Ekspektasi


Daripada sibuk bikin fitur canggih yang nggak ditanyain siapa-siapa (The Build Trap), mending lo fokus ke:



  • Empathize: Apa sih yang bikin orang males gerak belakangan ini?




  • Validate: Kalau gue bikin ini, beneran ngebantu atau malah nambah-nambahin memori HP mereka doang?




Kesimpulan:


Produk yang legend itu bukan yang paling "futuristik", tapi yang paling "ngertiin". Berhenti maksa orang buat pengen sesuatu. Mulailah bikin sesuatu yang emang mereka cari.